16 Desember 2009 oleh dev
saat masih lajang, sulit rasanya membayangkan seperti apa kehidupan berumah tangga. meski kita awalnya juga bagian dari sebuah keluarga; rumah tangga ibu dan bapak kita. atau kita sebenarnya sudah banyak membaca buku-buku atau artikel tentang berumah tangga. tetapi tetap saja, gambaran rumah tangga kita seperti apa nantinya baru bisa didapat yang setelah kita menikah. sebab kita memiliki ide-ide pribadi tentang sebuah rumah tangga idaman yang itu bisa berbeda dengan orang lain.
tidak sedikit pasangan yang menginginkan menunda anak setelah menikah. alasannya macam-macam. apalagi pasangan pengantin baru. masih fresh, nih, jadi bawaannya ingin ‘pacaran’ dulu. bayangannya, kalau sudah ada anak pastinya waktu untuk berduaan jadi berkurang. tunggu dulu, itu baru awal. okelah, tiga-empat bulan masih bisa dibilang everyday is honeymoon. masih suka asyik jalan-jalan, kulineran, atau sekadar ngobrol ringan berduaan. lalu, saat sepasang pengantin baru ini sering datang di sebuah acara yang banyak dihadiri keluarga-keluarga baru dengan anak balita mereka yang lucu-lucu, muncullah keinginan yang sebelumnya sempat ditunda; mempunyai anak.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Rumahku Surgaku | Leave a Comment »
15 Desember 2009 oleh dev
pertanyaan: apa hukum koneksi (perantara), halal atau haram? mislanya, jika saya ingin bekerja, masuk dalam suatu sekolah atau semacamnya dan saya menggunakan perantara, bagimana hukumnya?
jawaban: jika praktik koneksi mengakibatkan orang yang memberikan rekomendasi kepada anda menghalangi orang yang lebih utama atau lebih berhak untuk dipilih dari sisi kapasitas keilmuan dan kemampuan yang berkaitan dengan pekerjaan itu, maka memberikan rekomendasi diharamkan. karena rekomendasi itu mendzalimi orang yang lebih berhak terhadap pekerjaan itu dan berbuat dzalim terhadap yang mempekerjakan. sebab mereka menghalangi bekerjanya orang-orang yang memiliki kapasitas dan kemampuan yang sesuai. tidak emmbantu dan menolong mereka untuk berkembang. mereka menghalabi umat dengan menghalangi orang-orang yang mampu bekerja di instansi-instansi pemerintah/ swasta dan melaksanakan urusan-urusan di bidang mereka secara lebih baik. kemudia pada saat yang sama, rekomendasi tersebut menimbulkan kedengkian, prasangka buruk, dan kerusakan bagi masyarakat.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tanya Jawab | Leave a Comment »
11 Desember 2009 oleh dev
Sahabat Abu Hurairah sempat gelisah karena ibunya masih dalam jeratan kekufuran. Dalam shahih Muslim disebutkan, dari Abu Hurairah, ia bercerita.
Aku mendakwahi ibuku agar masuk Islam. Suatu hari aku mengajaknya untuk masuk Islam, tetapi dia malah mengeluarkan pernyataan tentang Nabi yang aku benci. Aku (pun) menemui Rasulullah dalam keadaan menangis. Aku mengadu.
“Wahai Rasulullah, aku telah membujuk ibuku untuk masuk Islam, namun dia menolakku. Hari ini, dia berkomentar tentang dirimu yang aku benci. Mohonlah kepada Allah supaya memberi hidayah ibu Abu Hurairah”. Rasulullah bersabda : “Ya, Allah. Tunjukilah ibu Abu Hurairah”. Aku keluar dengan hati riang karena do’a Nabi. Ketika aku pulang dan mendekati pintu, maka ternyata pintu terbuka. Ibuku mendengar kakiku dan berkata : “Tetap di situ Abu Hurairah”. Aku mendengar kucuran air. Ibu-ku sedang mandi dan kemudian mengenakan pakaiannya serta menutup wajahnya, dan kemudian membuka pintu. Dan ia berkata : “Wahai, Abu Hurairah ! Asyhadu an Laa Ilaaha Illa Allah wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu wa Rasuluhu”. Aku kembali ke tempat Rasulullah dengan menangis gembira. Aku berkata, “Wahai, Rasulullah, Bergembiralah. Allah telah mengabulkan do’amu dan menunjuki ibuku”. Maka beliau memuji Allah dan menyanjungNya serta berkomentar baik” [Hadits Riwayat Muslim]
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Mutiara Sahabat dan Tabi'in | Leave a Comment »
11 Desember 2009 oleh dev
Pertanyaan.
Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Ifta ditanya :”Seorang wanita hamil mengeluarkan darah saat lima hari sebelum masa nifas (melahirkan) di bulan Ramadhan, apakah darah itu termasuk darah haidh atau darah nifas, dan apa yang harus ia lakukan?”.
Jawaban.
Jika keadaannya sebagaiman yang disebutkan di atas, yaitu bahwa wanita itu mengeluarkan darahnya pada saat lima hari sebelum persalinan, maka jika ia belum melihat tanda-tanda mendekatnya masa persalinan, seperti rasa sakit mulas) akan melahirkan, maka darah yang keluar itu bukan darah haidh dan bukan pula darah nifas melainkan darah rusak (darah penyakit), jika demikian halnya maka wanita itu tidak boleh meninggalkan puasa, shalat serta ibadah-ibadah lainnya, sedangkan jika keluarnya darah ini disertai dengan tanda-tanda mendekatnya masa persalinan, seperti adanya rasa sakit akan melahirkan, maka darah yang keluar itu adalah darah nifas, jika demikian halnya maka wanita itu harus meninggalkan puasa, shalat serta ibadah-ibadah lainnya, dan jika ia telah mendapatkan kesuciannya setelah persalinan maka ia harus mengqadha puasanya namun shalatnya tidak diqadha.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tanya Jawab | Leave a Comment »
11 Desember 2009 oleh dev
siapa tak ingin kondisi badan selalu sehat, terhindar dari berbagai bentuk penyakit? tapi sakit adalah sebuah sunatullah. seperti halnya sebuah komputer. ada kalanya ia mengalami kerusakan, baik dalam kadar sedang ataupun parah, sesuai usia dan penggunaannya. begitu pula manusia. selain pengaruh usia, juga tergantung pada bagaimana ia memperlakukan tubuhnya. saat ia lalai akan kesehatannya, segera tubuh merespon dengan memunculkan keluhan-keluhan sakit.
“Ada dua nikmat, banyak orang tertipu pada keduanya, yaitu (nikmat) sehat dan luang waktu” [Hadits Riwayat Bukhari]
saat salah satu anggota keluarga mengeluh sakit, segera yang lain bahu-membahu merawatnya hingga sehat kembali. begitu pula saat suami/ istri sakit, yang lain akan berusaha menjaga dan merawatnya hingga kondisinya banar-benar membaik. segala usaha dilakukan, tidak mengenal repot bahkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan. selain karena rasa sayang dan cinta, semua demi kembalinya kesehatan sang kekasih.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Rumahku Surgaku | Leave a Comment »
saat saya masih SMA dulu, tidak banyak orang yang kenal dengan kata ‘taaruf’. sekarang, kata itu sudah dipakai di mana-mana, bahkan pernah jadi judul salah satu acara (atau film, ya?) di televisi swasta. jadilah, banyak orang mengenal istilah tersebut.
ada yang bertanya, lalu apa bedanya antara taaruf dengan pacaran? bukankah sama-sama dalam rangka saling mengenal? ya beda, dung, yang satu istilah arab dan yang satu istilah indonesia, he-. iya, secara lughowi taaruf (‘arofa) memang berarti mengenal. kalau pacaran, silakan buka KBBI, mungkin saja terdaftar. tapi yang jelas, apapun itu istilahnya, yang paling penting adalah isinya. bisa saja orang mengatakan “kami sedang taaruf”, tapi kok sering berduaan? kata sebuah buku yang saya baca pas jaman SMA dulu, mau namanya sayur asem, sayur lodeh, sayur sop, kalo isinya sama aja, sama juga bo-ong. apalagi dengan mengistilahkan ‘pacaran islami’. kenapa nggak sekalian saja bikin istilah shalat islami, puasa islami, zakat islami? (jawabannya jelas, sebab yang namanya shalat, puasa, dan zakat memang bagian dari Islam, makannya nggak perlu embel-embel islami, ya, kan? ^_^).
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Menyongsong Deklarasi Cinta | Leave a Comment »
rutinitas keseharian rumah tangga,
kebiasaan anggota keluarga,
pengelolaan finansial keluarga,
pendidikan anak,
salah paham tentang hal kecil sampai perselisihan yang cukup serius;
semuanya berawal dari memilih pasangan hidup.
yang namanya kisah hidup memang tidak pernah membosankan untuk dipelajari. termasuk diantaranya kehidupan berumah tangga. tentu kita pernah mendengar beberapa kejadian dan permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangga, bahkan sebelum kita sendiri menikah. banyak buku-buku yang juga membahas permasalahan dalam keluarga, dari yang sepele sampai yang bisa menimbulkan konflik berkepanjangan. nah, dari semua itu, biarkan saya ambil satu kesimpulan sebagai topik obrolan kali ini; semuanya berawal dari memilih pasangan hidup.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Menyongsong Deklarasi Cinta | Leave a Comment »
apa yang paling mengesankan bagi ibu hamil 20 minggu? yups, apalagi kalau bukan pergerakan janin. apalagi untuk kehamilan pertama seperti saya. sensasinya mengalahkan lelah aktivitas sehari-hari. tapi ini karena baru bulan ke-5. katanya, kalau sudah mendekati bulan ke-9, sensasinya bisa berubah jadi agak menyakitkan, karena ‘tendangan’ dan ’sikutan’ janin jadi lebih keras. tentu, hal ini karena fisik janin juga sudah besar.
saya sendiri baru merasakan pergerakan janin sekitar minggu ke-18. itu pun masih jarang sekali. awalnya sempat khawatir, tetapi saya selalu berusaha membuang perasaan itu. berkat dukungan suami juga. akhirnya, mendekati usia 20 minggu, gerakannya makin sering saya rasakan. sekarang, di usia minggu ke-21, saya bahkan kadang bisa melihat perut saya bergerak-gerak atau bergoyang ^.^ Lanjut Baca »
Ditulis dalam Empatpuluh Minggu Perjalanan | Leave a Comment »
beberapa hari yang lalu, sepulang kajian ahad pagi di maskam UGM saya dan suami mampir ke warung makan di daerah pogung. selagi makan, TV di warung itu menayangkan cuplikan sebuah film. judulnya 2012 (kalo nggak salah).
mungkin bagi beberapa orang, angka 2012 menjadi angka yang mengerikan, setelah belakangan muncul puluhan ramalan tentang ‘kehancuran dunia’. mulai dari pegiat perdukunan sampai para ilmuwan. mulai dari sudut pandang teori geo-fisika sampai ekonomi. berikut coba saya tampilkan beberapa ramalan tersebut (buku Apocalypse 2012 di eramuslim.com).
Siklus aktivitas matahari yang memuncak di tahun 2012 yang menyebabkan panas yang luar biasa di bumi, terlebih atmosfer kita sudah mengalami penipisan dan bolong di beberapa bagian sehingga selain memanaskan bumi dengan radikal juga melelehkan es di kutub dan juga menimbulkan badai serta topan yang dahsyat.
Medan magnet bumi yang berfungsi sebagai pertahanan utama bumi terhadap radiasi sinar matahari mulai retak bahkan ada yang sampai sebesar kota California di sana-sini. Pergeseran kutub juga tengah berlangsung.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Curhat untuk Dunia | Leave a Comment »
seorang ibu mendekati putrinya yang masih berusia 4 tahun dengan membawa kerudung cantik berwarna biru muda. “dipakai, ya, sayang… ini baru, lho. bunda baru beli kemarin,” bujuk sang ibu sambil memakaikan kerudung itu, “coba deh, ngaca. tuh, cantik, kan, kalau nabila pakai kerudung.”
pernah melihat adegan di atas? atau mungkin malah pernah mengalaminya? kalaupun belum pernah melihat dan mengalami, tetapi bisa membayangkannya, kan? lalu, apa yang kita pikirkan setelah melihat adegan seperti itu? ibunya baik, mau mengajari anaknya pakai hijab meski masih kecil… ibunya jago ngerayu, tapi rayuan untuk kebaikan ya nggak apa-apa… dst. yupz, anda benar. tapi ada satu hal yang seringkali kita lupakan setelah melontarkan rayuan semacam itu. apakah itu?… kita menggunakan redaksional rayuan yang kurang tepat. masa iya?
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Curhat untuk Dunia | Leave a Comment »